Jumat, 12 Juli 2024
Kamis, 27 Juni 2024
Selasa, 25 Juni 2024
Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Kota Jambi
![]() |
| Dokumentasi Survei Geolistrik |
Metode geolistrik merupakan metode yang memanfaatkan sifat - sifat aliran listrik di dalam bumi sehingga dapat menggambarkan lapisan bawah permukaan. Survei geolistrik dapat menjelaskan tentang potensi air tanah yang terdapat dalam lapisan bawah permukaan. Pada daerah dengan ketersediaan air permukaan yang sedikit atau bahkan tidak ada maka air tanah merupakan satu - satunya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan makhluk hidup.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.
Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitas) yang dilakukan di Kenali Asam Bawah Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Jambi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.
Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.
Berdasarkan peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muaraenim yang memiliki batuan penyusun yaitu batulempung, batulempung pasiran, batulempung tufaan, batu tuff dan batupasir tufaan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 5,33 - 323,4 ohmmeter yang diinterpretasikan berdasarkan nilai resistivitas tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah batulempung, batulempung tufaan, batulempung pasiran, batu tuff dan batupasir tufaan. Batupasir tufaan dapat berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir tufaan.
Berdasarkan peta Cekungan Air Tanah daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Secara hidrogeologi, Kenali Asam Bawah memiliki akuifer dengan produktifitas kecil dengan kelulusan batuan rendah dan keterusan batuan rendah. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi kuantitas keberadaan air tanah.
Kamis, 13 Juni 2024
Metode Geolistrik Dan Manfaat Penggunaannya
![]() |
| Pengukuran Geolistrik |
Apa Itu Metode Geolistrik?
Cara Kerja Metode Geolistrik
Berdasarkan sumber arusnya metode geolistrik dibagi dua, yaitu :
1. Metode aktif, yaitu metode geolistrik yang menggunakan sumber arus listrk yang digunakan dialirkan ke dalam tanah atau batuan di bawah permukaan bumi, kemudian efek potensialnya diukur di dua titik permukaan tanah dengan menggunakan aktifitas elektrokimia alami.
2. Metode pasif, yaitu metode geolistrik yang menggunakan arus listrik yang terjadi akibat aktifitas elektrokimia dan elektromekanik dalam material-material penyusun batuan. Metode geolistrik yang memanfaatkan adanya sumber arus listrik alami yaitu self potensial (SP) dan magnetotelluric.
Berdasarkan tujuannya, cara pengukuran resistivitas dibagi dua yaitu :
1. Metode Resistivitas Sounding
Metode ini bertujuan untuk mempelajari variasi resistivitas batuan yang ada di bawah permukaan bumi secara vertikal. Pada saat pengukuran di lapangan, spasi elektroda arus dan potensial diperbesar secara bertahap sesuai dengan konfigurasi elektroda yang digunakan. Semakin panjang bentangan jarak elektrodanya, maka semakin dalam pula lapisan batuan yang dapat ditembus, meskipun masih dalam batas - batas tertentu.
2. Metode Resistivitas Mapping
Metode ini bertujuan untuk mempelajari variasi resistivitas batuan yang ada di bawah permukaan bumi secara lateral atau horizontal. Pada pengukuran di lapangan, spasi elektroda arus dan potensial dibuat sama untuk semua titik di permukaan bumi. Hasil dari pengukuran ini dapat dijadikan sebagai peta kontur berupa sebaran nilai resistivitasnya
Sifat Kelistrikan Batuan
Manfaat Pengukuran Geolistrik
Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Tanah
Kualitas Air Tanah
![]() |
| Air Yang Berkualitas Baik |
Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Tanah
Rabu, 12 Juni 2024
Selasa, 11 Juni 2024
Senin, 10 Juni 2024
Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Desa Bukit Pangkuasan Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin
![]() |
| Pengukuran Geolistrik |
Metode geolistrik merupakan metode yang memanfaatkan sifat - sifat aliran listrik di dalam bumi sehingga dapat menggambarkan lapisan bawah permukaan. Survei geolistrik dapat menjelaskan tentang potensi air tanah yang terdapat dalam lapisan bawah permukaan. Pada daerah dengan ketersediaan air permukaan yang sedikit atau bahkan tidak ada maka air tanah merupakan satu-satunya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan makhluk hidup.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.
Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitas) yang dilakukan di Desa Bukit Pangkuasan Kec. Batanghari Leko Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.
Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.
Berdasarkan peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muaraenim yang memiliki batuan penyusun yaitu lempung, lempung pasiran, batupasir, dan batupasir tufaan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 4,62 - 446 ohmmeter yang diinterpretasikan berdasarkan nilai resistivitas tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah lempung, lempung tufaan, batupasir dan batupasir tufaan. Batupasir dan batupasir tufaan dapat berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir dan batupasir tufaan.
Berdasarkan peta Cekungan Air Tanah daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Secara hidrogeologi, Desa Bukit Pangkuasan memiliki akuifer dengan produktifitas kecil dengan kelulusan batuan rendah dan keterusan batuan rendah sampai sedang. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi kuantitas keberadaan air tanah.
Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Desa Baru Jaya Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin
| Pengukuran Geolistrik |
Kebutuhan air terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk
dan kebutuhan manusia, sementara ketersediaan air permukaan tidak merata di
semua kondisi dan tempat, sementara itu air tanah tidak terdapat di semua
tempat, melainkan dikontrol oleh kondisi hidrogeologi daerah tersebut. Untuk
itu maka perlu dilakukan upaya-upaya eksplorasi air tanah guna mengetahui
potensi air tanah di suatu daerah, terutama daerah-daerah yang tidak memiliki
ketersedian/ketercukupan air permukaan.
Untuk mendapatkan hasil
yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan
melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian
dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air
tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.
Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitas) yang telah dilakukan di Desa Baru Jaya Kec. Jirak Jaya Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.
Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.
Berdasarkan peta geologi regional dan hasil survei geolistrik daerah penelitian termasuk dalam Formasi Air Benakat. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 3-96,3 ohmmeter yang diidentifikasi berdasarkan tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah batulempung, batupasir tufaan, batu tuff dan batulanau. Batupasir tufaan berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir tufaan.
Lapisan tanah yang berada pada Formasi Air Benakat, kandungan air tanah sangat terbatas dibandingkan Formasi Muaraenim. Daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung.
Rabu, 05 Juni 2024
Siklus Hidrogeologi
Hidrogeologi (hidrologi air tanah) adalah cabang hidrologi yang berhubungan dengan air tanah dan didefinisikan sebagai ilmu tentang keterdapatan, penyebaran dan pergerakan air di bawah permukaan bumi (Chow, 1978). Hidrogeologi mempunyai makna yang sama akan tetapi penekanannya lebih besar dalam aspek ke-geologian (Todd, 1980). Oleh karena itu uraian tentang air tanah tidak akan lepas dari ilmu hidrologi, mulai dari kejadian air tanah, pergerakan air tanah dan sampai mencapai lajur jenuh didalam akifer serta pelepasannya di permukaan tanah.
Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui proses kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air mengalami evaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk air hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Air tanah dan air permukaan merupakan sumber air yang mempunyai ketergantungan satu sama lain, air tanah adalah sumber persediaan air yang sangat penting; terutama di daerah-daerah dimana musim kemarau atau kekeringan yang panjang menyebabkan berhentinya aliran sungai. Banyak sungai dipermukaan tanah yang sebagian besar alirannya berasal dari sumber air tanah, sebaliknya juga aliran sungai yang merupakan sumber utama imbuhan air tanah.
Secara umum terdapat 2 sumber air tanah yang dijelaskan sebagai berikut :
1) Air hujan yang meresap kedalam tanah melalui pori-pori atau retakan dalam formasi batuan dan akhirnya mengalir mencapai permukaan air tanah.
2) Air dari aliran air permukaan diatas tanah seperti danau, sungai, reservoir dan lain sebaginya yang meresap melalui pori-pori tanah masuk kedalam lajur jenuh.
Siklus Hidrologi
| Skema Daur Hidrologi Global (Levin, 1985 dalam Todd, 1990) |
Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu sebagai berikut :
1) Presipitasi
Presipitasi adalah peristiwa jatuhnya cairan dari atmosfer ke permukaan bumi, dapat berupa hujan air, hujan es maupun salju; presipitasi adalah faktor utama yang mengendalikan berlangsungnya daur hidrologi dalam suatu wilayah DAS. Keberlanjutan proses ekologi, geografi dan tata guna lahan dalam suatu wilayah DAS ditentukan oleh berlangsungnya proses hidrologi. Sekaligus juga sebagai pembatas bagi usaha pengelolaan sumber daya air permukaan dan sumber daya air tanah.
- Terdapat uap air di atmosfer
- Faktor meteorologi (suhu, kelembaban, awan)
- Lokasi/tempat sehubungan dengan sistem sirkulasi secara umum
- Terdapat rintangan alam (pegunungan, dan lain sebagainya)
2) Evaporasi
Evaporasi/evapotranspirasiadalah peristiwa berubahnya air menjadi uap yang bergerak dari permukaan tanah, air dan tumbuhan ke udara. Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es. Ketika air dipanaskan oleh sinar matahari, permukaan molekul-molekul air memiliki cukup energi untuk melepaskan ikatan molekul air tersebut dan kemudian terlepas dan mengembang sebagai uap air yang tidak terlihat di atmosfir.
Infiltrasi/perkolasi adalah fenomena meresapnya air kedalam ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Kecepatan infiltrasi cenderung menurun secara eksponensial (Horton, 1933) pada saat hujan meningkat yaitu apabila curah hujan melebihi kapasitas infiltrasinya.
Larian air permukaan (surface run off) diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut.
Selasa, 04 Juni 2024
Proses Terbentuknya Batubara
Pengertian Batubara
Pembentukan Batubara
Tingkat perubahan yang dialami batubara, dari gambut sampai menjadi antrasit (disebut sebagai pengarangan) memiliki hubungan yang penting dan hubungan tersebut disebut sebagai ‘tingkat mutu’ batu bara dapat dilihat. Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batubara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.
Jenis Batubara dan Sifatnya
| Jenis, Sifat dan Kelas Batubara (Sukandar, 1995) |
Tempat Terbentuknya Batubara
Senin, 03 Juni 2024
Manfaat Penggunaan Turap
| Turap Baja |
| Turap Beton |
| Turap Kayu |









.jpeg)