Tampilkan postingan dengan label Survei Geolistrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Survei Geolistrik. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2024

Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi


Metode geolistrik merupakan metode yang memanfaatkan sifat-sifat aliran listrik di dalam bumi sehingga dapat menggambarkan lapisan bawah permukaan. Survei geolistrik dapat menjelaskan tentang potensi air tanah yang terdapat di dalam lapisan bawah permukaan. Pada daerah dengan ketersediaan air permukaan yang sedikit atau bahkan tidak ada maka air tanah merupakan satu-satunya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ataupun makhluk hidup.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.

Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitasyang dilakukan di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.

Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.

Berdasarkan peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muaraenim yang memiliki batuan penyusun yaitu batulempung, batulempung pasiran, batu tuff dan batupasir tufaan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 11 - 340 ohmmeter yang diinterpretasikan berdasarkan nilai resistivitas tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah batu basalt, batu breksi, batu granit, batu tuff dan batupasir tufaan. Batupasir tufaan dapat berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir tufaan. 

Berdasarkan peta Cekungan Air Tanah daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Secara hidrogeologi, Kota Sungai Penuh memiliki akuifer dengan produktifitas kecil dengan kelulusan dan keterusan batuan rendah sampai terbatas. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi kuantitas keberadaan air tanah. 

 

Jumat, 06 September 2024

Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Desa Sungai Napal Kabupaten Musi Banyuasin

   


Metode geolistrik merupakan metode yang memanfaatkan sifat-sifat aliran listrik di dalam bumi sehingga dapat menggambarkan lapisan bawah permukaan. Survei geolistrik dapat menjelaskan tentang potensi air tanah yang terdapat di dalam lapisan bawah permukaan. Pada daerah dengan ketersediaan air permukaan yang sedikit atau bahkan tidak ada maka air tanah merupakan satu-satunya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ataupun makhluk hidup.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.

Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitasyang dilakukan di Desa Sungai Napal Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.

Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.

Berdasarkan peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muaraenim yang memiliki batuan penyusun yaitu batulempung, batulempung pasiran, batu tuff dan batupasir tufaan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 4 - 290 ohmmeter yang diinterpretasikan berdasarkan nilai resistivitas tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah batulempung, batulempung pasiran, batu tuff dan batupasir tufaan. Batupasir tufaan dapat berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir tufaan. 

Berdasarkan peta Cekungan Air Tanah daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Secara hidrogeologi, Desa Sungai Napal memiliki akuifer dengan produktifitas kecil dengan kelulusan batuan rendah dan keterusan batuan rendah. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi kuantitas keberadaan air tanah. 

 

Selasa, 25 Juni 2024

Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Kota Jambi

Dokumentasi Survei Geolistrik


Metode geolistrik merupakan metode yang memanfaatkan sifat - sifat aliran listrik di dalam bumi sehingga dapat menggambarkan lapisan bawah permukaan. Survei geolistrik dapat menjelaskan tentang potensi air tanah yang terdapat dalam lapisan bawah permukaan. Pada daerah dengan ketersediaan air permukaan yang sedikit atau bahkan tidak ada maka air tanah merupakan satu - satunya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan makhluk hidup. 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.

Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitasyang dilakukan di Kenali Asam Bawah Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Jambi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.

Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.

Pengukuran Geolistrik

Berdasarkan peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muaraenim yang memiliki batuan penyusun yaitu batulempung, batulempung pasiran, batulempung tufaan, batu tuff dan batupasir tufaan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 5,33 - 323,4 ohmmeter yang diinterpretasikan berdasarkan nilai resistivitas tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah batulempung, batulempung tufaan, batulempung pasiran, batu tuff dan batupasir tufaan. Batupasir tufaan dapat berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir tufaan. 

Berdasarkan peta Cekungan Air Tanah daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Secara hidrogeologi, Kenali Asam Bawah memiliki akuifer dengan produktifitas kecil dengan kelulusan batuan rendah dan keterusan batuan rendah. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi kuantitas keberadaan air tanah. 



Senin, 27 Mei 2024

Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur



Metode geolistrik merupakan metode yang memanfaatkan sifat-sifat aliran listrik di dalam bumi sehingga dapat menggambarkan lapisan bawah permukaan. Survei geolistrik dapat menjelaskan tentang potensi air tanah yang terdapat dalam lapisan bawah permukaan. Pada daerah dengan ketersediaan air permukaan yang sedikit atau bahkan tidak ada maka air tanah merupakan satu-satunya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan makhluk hidup.

Meningkatnya kebutuhan air disebabkan karena adanya peningkatan jumlah penduduk, sementara ketersediaan air permukaan tidak merata di semua tempat. Ketersediaan air permukaan dipengaruhi oleh musim, ketika musim kemarau beberapa daerah mengalami dapat mengalami kekurangan air. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya eksplorasi air tanah untuk mengetahui potensi air tanah di suatu daerah yang tidak memiliki ketersediaan air permukaan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, eksplorasi air tanah dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu survei geolistrik yang dikorelasikan dengan data geologi dan hidrogeologi suatu daerah, kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran dapat diketahui dengan pasti muka air tanah dan penurunan muka air tanah.

Secara hidrogeologi Kabupaten Tanjung Jabung Timur didominasi daerah dengan akuifer setempat produktif. Akuifer dengan aliran melalui celahan dan ruang antar butir. Terdapat juga setempat akuifer berproduktif sedang yaitu akuifer dengan aliran melalui ruang antar butir. Berdasarkan peta geologi lembar Jambi, daerah penelitian termasuk kedalam 3 formasi yaitu Formasi Muara Enim (Tmpm), Formasi Kasai (QTk) dan Endapan Aluvium (Qa). 

Hasil pengukuran geolistrik dilapangan mendapatkan nilai resistivitas semu lapisan bawah permukaan. Kemudian dilakukan pengolahan data sehingga didapatkan nilai resistivitas sebenarnya. Untuk mengetahui lapisan bawah permukaan dilakukan pengolahan data sehingga menampilkan kurva hubungan nilai resistivitas dan kedalaman lapisan seperti gambar di bawah.



Dari kurva diatas kemudian dilakukan interpretasi didapatkan survei geolistrik dengan resistivitas batuan 5,08-125 ohmmeter dengan batuan penyusun lempung dan batupasir tufaan. Batuan yang dapat berperan sebagai lapisan akuifer (lapisan pembawa air tanah) adalah batupasir tufaan, dikarenakan batupasir tufaan memiliki porositas dan permeabilitas yang baik. Sehingga batupasir tufaan dapat menyimpan dan meloloskan air tanah dengan baik. Data geolistrik dapat memberikan gambaran bawah permukaan secara 1 dimensi yang menyatakan nilai kedalaman dan ketebalan lapisan. Dari hasil survei geolistrik dapat dilakukan pemboran air tanah dengan desain yang disesuaikan dengan data kedalaman dan ketebalan lapisan.