Tampilkan postingan dengan label Turap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Turap. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2024

Manfaat Penggunaan Turap

Turap merupakan suatu dinding vertikal yang relatif tipis yang berfungsi sebagai penahan tanah, menahan masuknya air ke suatu lubang galian dan terdiri dari dinding turap dan penyangganya. Biasanya turap digunakan pada pekerjaan seperti penahan tebing galian sementara, penahan tanah pada tebing jalan raya atau tepian sungai agar tidak longsor, penahan tanah yang berlereng atau curam, bendungan dan konstruksi bangunan lainnya saat kondisi tanah kurang mampu untuk mendukung dinding penahan tanah. Konstruksi dinding turap terdiri dari beberapa lembaran turap yang dipancang ke dalam tanah dan membentuk formasi dinding vertikal. 

Berdasarkan material yang digunakan pada pembuatannya, turap dibedakan menjadi :

1. Turap Baja
Turap baja adalah jenis paling sering digunakan karena memiliki beberapa kelebihan yaitu : kuat menahan gaya benturan pada saat peancangan, relatif tidak begitu berat, dapat digunakan berulang-ulang, dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, proses penyambungan mudah apabila digunakan untuk kedalaman yang relatif dalam.

Turap Baja

2. Turap Beton (dinding bore pile)
Bored pile atau tiang bor digunakan untuk mengistilahkan tiang pondasi yang di cor di tempat (case in place pile) dengan cara mengebor lubang kemudian di cor dengan beton. Bore pile yang memiliki spasi sangat erat dapat dgunakan untuk membentuk dinding penahan tanah, biasa digunakan untuk dinding panahan tanah atau digunakan dalam metode cut and cover suatu terowongan. 

Turap Beton

3. Turap Kayu
Turap kayu digunakan untuk dinding penahan tanah yang tidak begitu tinggi, karena tidak kuat menahan beban-beban lateral yang besar. Turap ini tidak cocok digunakan pada tanah berkerikil, karena turap cenderung pecah bila dipancang. Bila turap kayu digunakan untuk bangunan permanen yang berada di atas muka air, maka perlu diberikan lapisan pelindung agar tidak mudah lapuk. Turap kayu banyak digunakan pada pekerjaaan-pekerjaan sementara, misalnya untuk penahan tebing galian. 

Turap Kayu

Tipe - tipe dinding turap terdiri dari :

1. Dinding Turap Kantilever merupakan turap yang dalam menahan beban lateral mengandalkan tahanan tanah didepan dinding. Defleksi lateral yang terjadi relatif besar pada pemakaian turap kantilever. karena luas permukaan bahan turap yang dibutuhkan bertambah besar dengan ketinggian tanah yang ditahan. Turap kantilever hanya cocok untuk menahan tanah dengan ketinggian/kedalaman yang sedang.

2. Dinding Turap Diangker cocok untuk menahan tebing galian yang dalam, tetapi masih bergantung pada kondisi tanah. Dinding turap menahan beban lateral dengan mengandalkan tahanan tanah pada bagian turap yang terpancang ke dalam tanah dengan dibantu oleh angker yang dipasang pada bagian atasnya. 

3. Dinding Turap dengan Landasan (platform)
Dinding turap semacam ini dalam menahan tekanan tanah lateral dibantu oleh tiang-tiang, dimana diatas tiang tiang-tiang tersebut dibuat landasan untuk meletakkan bangunan tertentu. Tiang-tiang pendukung landasan juga berfungsi untuk mengurangi beban lateral pada turap. Dinding turap ini dibuat bila di dekat lokasi dinding turap direncanakan akan dibangun jalan kereta api, mesin derek atau
bangunan-bangunan berat lainnya.

4. Bendungan Elak Seluler
Bendungan elak seluler (celullar cofferdam) merupakan turap yang berbentuk sel-sel yang diisi dengan pasir. Dinding ini menahan tekanan tanah dengan mengandalkan beratnya sendiri.

Kamis, 30 Mei 2024

Metode Geolistrik Sebagai Penyelidikan Awal Pembangunan Turap Di Tepi Sungai

Contoh Pembangunan Turap di Kalbar (suarapemredkalbar.com)

Erosi merupakan perpindahan atau terangkutnya tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Erosi dapat terjadi karena penggerusan tebing sungai oleh air yang mengalir atau hantaman ombak yang cukup kuat. Sehingga perlu dilakukan adanya perlindungan terhadap tebing sungai agar tidak terjadi erosi. Untuk mengantisipasi terjadinya erosi maka perlu dibangun turap. Turap merupakan susunan konstruksi yang bertujuan untuk penahan tekanan pada tanah, sehingga berguna untuk mencegah runtuhan tanah. Turap memiliki sheet pile yang akan membentuk suatu dinding vertikal untuk menahan tanah dengan perbedaan elevasi dan dirancang secara berkesinambungan ke bawah permukaan.

Dalam perencanaan pembangunan atau pemasangan pancang untuk bangunan turap perlu dilakukan penyelidikan atau identifikasi kondisi lapisan lapisan bawah permukaan. Suatu bangunan yang dibangun tanpa memperhatikan kondisi litologi bawah permukaan akan menyebabkan resiko yang besar terhadap kekuatan bangunan tersebut. Salah satu metode yang dapat mengetahui kondisi bawah permukaan yaitu metode geolistrik. 

Metode geolistrik merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik pada batuan di bawah permukaan bumi. Prinsip pengukuran metode geolistrik dilakukan dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi dan mengukur nilai beda potensial yang dihasilkan.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Konfigurasi Wenner-Schlumberger merupakan gabungan dari konfigurasi dasar yang diterapkan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan. Konfigurasi Wenner-Schlumberger memiliki sensitifitas yang cukup baik secara horizontal dan vertikal. 

Berdasarkan hasil analisa geolistrik, litologi yang didapatkan dari interpretasi data geolistrik yang dikorelasikan menurut peta geologi, daerah penelitian berada pada formasi alluvium dengan batuan penyusun yaitu lempung, bongkah, kerikil, kerakal, pasir dan batupasir. Daerah penelitian berada di tebing sungai yang mempunyai kemiringan curam sehingga berpotensi terjadi longsor. Lapisan longsor ditandai dengan adanya lapisan impermeable berada di bawah lapisan permeable dan lapisan impermeable akan bertindak sebagai bidang gelincir yang kemudian akan menarik lapisan permeable (Pranata dkk). 

Dari hasil korelasi antara informasi penampang 2D geolistrik dengan data geologi, maka dapat direkomendasikan kedalaman tiang pancang untuk pembangunan turap yang dapat mengantisipasi longsor. Pada penelitian ini, lapisan yang berperan sebagai bidang gelincir adalah lempung. Direkomendasikan pada daerah penelitian untuk dibangun tiang pancang pada kedalaman 6-8 meter. Ujung dari tiang pancang harus sampai pada lapisan lempung terdalam karena tiang pancang harus memotong bidang gelincir. 

Menurut Kusuma dkk, lempung terdiri dari butir yang sangat kecil dan menunjukkan sifat kohesif sehingga tiang pancang yang diletakkan akan lebih melekat satu sama lain. Tiang pancang yang mencapai kedalaman pada lapisan lempung akan saling mengikat dan menjadikan bangunan turap kuat dan kokoh.