Tampilkan postingan dengan label Kualitas Air Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kualitas Air Tanah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2024

Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Tanah

Kualitas Air Tanah


Air merupakan salah satu senyawa kimia di alam yang ketersediannya relatif berlimpah. Namun, ketersediaan air yang memenuhi syarat bagi keperluan manusia relatif sedikit karena dibatasi oleh beberapa faktor. Air yang benar-benar tersedia bagi keperluan manusia hanya 0,62 % meliputi air yang terdapat di danau, sungai dan air tanah (Hefni, 2003). 

Kualitas air merupakan sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat energi, atau komponen lain di dalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa parameter, yaitu parameter fisika (suhu, kekeruhan, padatan terlarut, dan sebagainya), parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, kadar logam, dan sebagainya), dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri dan sebagainya). Kondisi kualitas air di suatu tempat berbeda dengan kondisi kualitas air di tempat lain. 

Kualitas air adalah karakteristik mutu yang dibutuhkan untuk pemanfaatan tertentu dari sumber-sumber air. Dengan adanya standar kualitas air, orang dapat mengukur kualitas berbagai macam air. Setiap jenis air dapat diukur konsentrasi kandungan unsur yang tercantum di dalam standar kualitas, dengan demikian dapat diketahui syarat kualitasnya, dengan kata lain standar kualitas dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk menetukan nilai-nilai yang terkandung di dalam air untuk air minum dan untuk keperluan lain.

Air Yang Berkualitas Baik

Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Tanah


Kualitas air tanah maupun air permukaan, dipengaruhi oleh faktor-faktor alami maupun non alami (aktivitas manusia). Faktor alami yang berpengaruh terhadap kualitas air adalah kondisi geologi, iklim dan vegetasi, sementara beberapa faktor non alami yang berpengaruh antara lain adalah pupuk dan limbah pertanian, insektisida, limbah domestik dan limbah industri. Kualitas air akan bervariasi menurut ruang dan waktu, antara lain karena faktor-faktor tersebut diatas (Arundhati, 2005).

Menurut Suyono (2004), faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air tanah secara umum dapat dikelompokan menjadi faktor alami dan non alami (manusia), secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Iklim
Curah hujan dan kualitasnya yang jatuh ke permukaan bumi dan merupakan bagian dari siklus hidrologi sangat berpengaruh terhadap kualitas air di suatu wilayah. Sebagai contoh, kualitas air hujan yang jatuh
di sekitar daerah pantai akan berbeda dengan kualitas air hujan yang berada pada daerah pegunungan.

2. Batuan/geologi
Komposisi kimia air, terutama air tanah merupakan kombinasi dari air hujan yang jatuh ke dalam tanah dan terjadinya reaksi-reaksi kimia antara air dan mineral batuan penyusun akuifer tempat air berbeda. Beberapa proses kimia antara air sebagai media pelarut dan mineral batuan dapat membuat komposisi kimia air berubah dari satu tempat ke tempat lain. Misalkan daerah karst memiliki unsur yang berbeda dibanding dengan airtanah yang berada di daerah pegunungan/vulkan.

3. Waktu
Komposisi kimia air juga tergantung dari waktu tinggal air di dalam media untuk bereaksi dengan mineral batuan. Semakin lama air berada dalam tanah, maka semakin lama air akan bereaksi dengan mineral batuan. Sehingga mengakibatkan jumlah unsur yang terlarut dalam air akan semakin banyak dan mempengaruhi komposisi kimia air. Waktu diakbatkan oleh kecepatan aliran air baik di atas permukaan ataupun di bawah permukaan dan kecepatan di atas permukaan lebih cepat dibanding kecepatan aliran air tanah.

4. Vegetasi
Tumbuhan mempunyai pengaruh yang baik terhadap kualitas air tanah di suatu wilayah.

5. Manusia
Faktor non alami ini pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas air tanah, terutama dalam hal pembuangan limbah.