Formasi Muara Enim terendapkan secara selaras di atas Formasi Air Benakat berumur Miosen Akhir sampai Pliosen. Formasi ini merupakan formasi yang menyimpan endapan batubara yang besar sehingga sering disebut formasi pembawa batubara. Mengacu pada kondisi lengkap, formasi ini terbagi menjadi empat anggota yaitu anggota M1, M2, M3 dan M4. Masing - masing anggota memiliki karakteristik tersendiri berupa tebal lapisan tiap sedimen. Formasi ini tersusun atas lapisan sedimen dengan tebal hingga 750 meter yang meliputi batulempung, lempung pasiran, batupasir dengan sisipan batubara.
Formasi Muara Enim merupakan bagian dari siklus regresi kedua dengan pengendapan laut dangkal sampai pasir kontinental, delta dan batulempung yang terendapkan pada kala Miosen Akhir hingga Pliosen Awal. Kemudian, terjadi perbedaan antara pengendapan siklus pertama (Formasi Air Benakat) dengan siklus kedua (Formasi Muara Enm) yaitu terdapat akumulasi lapisan batubara yang tebal dan tidak terdapat batupasir glaukonit (Bishop, 2011).
Endapan pertama terdapat di sepanjang rawa - rawa dataran pantai dan menghasilkan endapan batubara yang luas. Kemudian proses pengendapan terus berlangsung di lingkungan delta plain dan berkembang batupasir yang tebal dan sikuen serpih. Pada kala Miosen Akhir terjadinya regresi kedua dan diakhiri dengan tanda-tanda awal tektonik Plio-Pleistosen yang menutup cekungan dan pada lingkungan non-marine terdapat batupasir glaukonit dan debris vulkanik. Pada formasi ini terdapat silicified coal dan oksida besi. Pada bagian utara memiliki ketebalan yang tipis dan tebal di bagian selatan dengan ketebalan 750 meter (Bishop, 2001).
![]() |
| Kolom Stratigrafi Cekungan Sumatera Selatan (Sarjono et all, 1989) |
