| Pengukuran Geolistrik |
Kebutuhan air terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk
dan kebutuhan manusia, sementara ketersediaan air permukaan tidak merata di
semua kondisi dan tempat, sementara itu air tanah tidak terdapat di semua
tempat, melainkan dikontrol oleh kondisi hidrogeologi daerah tersebut. Untuk
itu maka perlu dilakukan upaya-upaya eksplorasi air tanah guna mengetahui
potensi air tanah di suatu daerah, terutama daerah-daerah yang tidak memiliki
ketersedian/ketercukupan air permukaan.
Untuk mendapatkan hasil
yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan
melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian
dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air
tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.
Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitas) yang telah dilakukan di Desa Baru Jaya Kec. Jirak Jaya Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.
Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.
Berdasarkan peta geologi regional dan hasil survei geolistrik daerah penelitian termasuk dalam Formasi Air Benakat. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 3-96,3 ohmmeter yang diidentifikasi berdasarkan tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah batulempung, batupasir tufaan, batu tuff dan batulanau. Batupasir tufaan berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir tufaan.
Lapisan tanah yang berada pada Formasi Air Benakat, kandungan air tanah sangat terbatas dibandingkan Formasi Muaraenim. Daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar