Tampilkan postingan dengan label Akuifer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuifer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juni 2024

Survei Geolistrik Untuk Mengetahui Potensi Air Tanah Di Kota Jambi

Dokumentasi Survei Geolistrik


Metode geolistrik merupakan metode yang memanfaatkan sifat - sifat aliran listrik di dalam bumi sehingga dapat menggambarkan lapisan bawah permukaan. Survei geolistrik dapat menjelaskan tentang potensi air tanah yang terdapat dalam lapisan bawah permukaan. Pada daerah dengan ketersediaan air permukaan yang sedikit atau bahkan tidak ada maka air tanah merupakan satu - satunya sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan makhluk hidup. 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka eksplorasi air tanah dilakukan melalui tahapan yaitu melalui survei geolistrik dan hidrogeologi, dan kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur air dalam. Melalui pemboran eksplorasi air tanah diketahui dengan pasti muka air tanah, penurunan muka air tanah.

Kegiatan penyelidikan air tanah berupa penyelidikan geolistrik tahanan jenis (resistivitasyang dilakukan di Kenali Asam Bawah Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Jambi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan dari lapisan akuifer pada area tersebut. Nantinya, hasil penyelidikan ini akan dijadikan dasar dalam kegiatan pengelolaan air tanah di area tersebut berupa kegiatan pelaksanaan pengeboran air tanah.

Penyelidikan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya umur batuan, kandungan elektrolit, kepadatan batuan, jumlah mineral yang dikandungnya, porositas, permeabilitas dan lain sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.

Pengukuran Geolistrik

Berdasarkan peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muaraenim yang memiliki batuan penyusun yaitu batulempung, batulempung pasiran, batulempung tufaan, batu tuff dan batupasir tufaan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa geolistrik daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 5,33 - 323,4 ohmmeter yang diinterpretasikan berdasarkan nilai resistivitas tabel telford didapatkan litologi batuan penyusunnya adalah batulempung, batulempung tufaan, batulempung pasiran, batu tuff dan batupasir tufaan. Batupasir tufaan dapat berperan sebagai lapisan pembawa air tanah sehingga disarankan melakukan pemboran dengan kedalaman mencapai lapisan batupasir tufaan. 

Berdasarkan peta Cekungan Air Tanah daerah penelitian tidak termasuk kedalam zona Cekungan Air Tanah atau berada di luar wilayah batas setiap proses hidrogeologi meliputi tempat proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Secara hidrogeologi, Kenali Asam Bawah memiliki akuifer dengan produktifitas kecil dengan kelulusan batuan rendah dan keterusan batuan rendah. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi kuantitas keberadaan air tanah. 



Selasa, 21 Mei 2024

Perbedaan Air Tanah dan Akuifer

Air tanah didefinisikan sebagai air yang terdapat di bawah permukaan bumi. Salah satu sumber utama air tanah adalah air hujan yang meresap ke bawah melalui lubang pori di antara butiran tanah. Air yang tidak tertahan dekat permukaan menerobos kebawah sampai zona dimana seluruh ruang terbuka pada sedimen atau batuan terisi air (jenuh air). Air dalam zona saturasi (zone of saturation) dinamakan air tanah (ground water), batas atas zona ini disebut muka air  tanah (water table). Lapisan tanah, sedimen atau batuan diatasnya yang tidak jenuh air disebut zona aerasi (zone of aeration). Muka air tanah umumnya tidak datar (horizontal) melainkan mengikuti permukaan topografi diatasnya. Hujan akan mengisi (recharge) air bawah permukaan, daerah dimana air hujan meresap (precipitation) sampai zona saturasi dinamakan daerah rembesan (recharge area), dan daerah dimana air tanah keluar dinamakan discharge area. 

Sedangkan akuifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. Hal ini disebabkan karena lapisan akuifer memiliki porositas yang baik sehingga mampu menyimpan air dan bersifat permeable yang mampu mengalirkan air. Contoh batuan pada lapisan  akuifer adalah pasir, kerikil, batupasir, batu gamping rekahan.


Karakteristik akuifer mencakup permeabilitas, porositas dan ketebalan akuifer. Permeabilitas dan porositas akuifer mewakili nilai keterusan dan nilai kelolosan air dari material penyusun akuifer. Ketebalan akuifer menyatakan kapasitas air tanah maksimal yang mampu disimpan akuifer. Permeabilitas, porositas dan ketebalan akuifer mampu mewakili kemampuan akuifer untuk meloloskan air permukaan ke dalam tanah sehingga menjadi air tanah.

Berdasarkan perlakuannya terhadap air tanah, maka lapisan batuan dapat dibedakan menjadi :

1. Aquifer adalah formasi geologi yang mengandung air dan mampu mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Contoh, pasir, kerikil, batupasir, dan batugamping rekahan.

2. Aquiclude adalah formasi geologi yang mungkin mengandung air tetapi dalam kondisi alami tidak mampu mengalirkannya. Lapisan ini sering disebut lapisan kedap air. Contoh, lempung, serpih, tuff halus dan lanau.

3. Aquifuge adalah formasi geologi kedap yang tidak mengandung dan tidak mampu mengalirkan air. Contoh, batuan kristalin, metamorf kompak.

4. Aquitard adalah formasi geologi yang semi kedap, mampu mengalirkan air tetapi dengan laju yang sangat lambat jika dibandingkan dengan akuifer. Contoh, batupasir lempungan, batulanau, lempung pasiran. 


Aliran air tanah dapat dibedakan dalam beberapa jenis yaitu :

1. Akuifer bebas/tak tertekan (Unconfined aquifer) yaitu lapisan rembesan air yang mempunyai lapisan dasar kedap air dan bagian atas lapisan tidak kedap air. Akuifer bebas sering disebut akuifer dangkal karena air tanah pada akuifer bebas juga merupakan batas atas zona jenuh air.

2. Akuifer tertekan (Confined aquifer) yaitu suatu akuifer jenuh air yang dibatasi oleh akuiklud pada lapisan atas dan lapisan bawahnya. Akuife tertekan terisi penuh oleh air tanah dan tidak mempunyai muka air tanah yan bersifat bebas, sehingga pengeboran yang menembus air menyebabkan naiknya muka air tanah di dalam sumur bor yang melebihi kedudukan semula disebut muka pisometrik.

3. Akuifer semi tertekan (Leakage aquifer) yaitu akuifer yang memiliki air yang jenuh dan dibatasi oleh lapisan atasnya berupa lapisan akuitar. Akuifer semi-tertekan merupakan akuifer yang bersifat jenuh sempurna, pada bagian atas dibatasi oleh lapisan dengan sifat semi-lulus air dan bagian bawahnya merupakan lapisan dengan sifat lulus air ataupun semi-lulus air.